Wednesday, 20 Oct 2021

Yohanes Calvin Menerbitkan Buku Pengajaran Tentang Agama Kristen

Yohanes Calvin Menerbitkan Buku Pengajaran Tentang Agama Kristen

Yohanes Calvin Menerbitkan Buku Pengajaran Tentang Agama Kristen

ldsindex.org – Yohanes Calvin lekas populer sehabis beliau menerbitkan novel Pengajaran mengenai Agama Kristen ataupun Religionis Christianae Institutio( lazim diucap” Institutio”) pada 1536. Novel itu bermuatan materi didik simpel yang tertuju untuk orang banyak, nyaris semacam Katekismus Besar yang ditulis Martin Luther. Walaupun simpel, Institutio memanen banyak antipati. Di Paris, misalnya, beliau disambut dengan pembakaran.

Yohanes Calvin Menerbitkan Buku Pengajaran Tentang Agama Kristen

Saat sebelum pembakaran novel terjalin, Calvin telah terlebih dahulu melarikan diri dari tanah kelahirannya di Noyon, Perancis. Beliau dipersekusi golongan Kristen Bulu halus karena jadi pengikut Luther, orang yang menggerakkan Pembaruan Gereja melalui 95 dalilnya. Walaupun tidak sempat berjumpa langsung dengan Luther, Calvin memuja- muja tulisan- tulisan pendeta dari Jerman itu.

Teolog Belanda Thomas Van Den End dalam Harta Dalam Bak: Asal usul Gereja Singkat( 2001) menggambarkan, Calvin melarikan diri ke Jenewa, Swiss. Di situ, beliau berjumpa dengan Farel, seseorang pendeta yang mensupport Refomasi Gereja( hlm. 187).“ Ketika pendeta setempat, Farel, mengikuti Calvin terletak di kota itu, lekas beliau berangkat ke tempat hotel, kemudian menekan Calvin biar bermukim di Jenewa serta menolong ia dalam profesi. Kota itu terkini saja memilah pihak pembaruan serta banyak masyarakat yang nakal kepada desakan Injil hal Kristen,” catat Thomas. Sehabis dibujuk, Calvin kesimpulannya mau bermukim. Beliau juga mulai mempraktikkan teokrasi pada jemaat di situ. Masyarakat diharuskan turut mencermati sabda Allah serta hajatan bersih. Bila terdapat yang tidak menyambut anutan gereja, hendak diusir dari kota. Sayangnya, jemaat belum sedia. Aplikasi teokrasi malah memunculkan keretakan serta tabrakan. Sebab kekalutan itu, penguasa kota juga mencegah Farel serta Calvin naik arena. Apalagi, Calvin diusir dari Jenewa. Pengusiran itu malah membuat Calvin kian aktif. Pada 1541, beliau kembali ke Jenewa serta mulai menulis novel lagi. Dikala seperti itu beliau menata hukum gerejawi serta membuat sistem presbiterial di mana guna penatua serta diaken diberlakukan lagi. Penatua serta diaken juga diseleksi dari jemaat yang telah berusia. Akibat buah pikiran Calvin ini kian menyebar sehabis Universitas Jenewa dibuat pada 1559.“ Dengan begitu lahirlah pula gereja- gereja Calvinis di luar Swis. Di Perancis, Belanda, Skotlandia, Jerman Barat, serta Hongaria,” catat Thomas( hlm. 192).

Baca Juga : Denominasi Tentang Agama Kristen

Suasana ini membuat Kristen Bulu halus beringsang. Buat melanda aksi Pembaruan Gereja yang kian membengkak, gereja Kristen membuat ordo Sindikat Jesuit. Kewajiban ordo ini merupakan memadukan seluruh gereja di bumi di dalam satu gereja, ialah gereja Kristen. Sedang dalam novel yang serupa, Thomas berkata, salah satu metode gereja Kristen dalam membatasi aksi Pembaruan merupakan mendirikan sekolah- sekolah yang baik buat menarik murid- murid Protestan berasosiasi. Tidak cuma itu, para paderi Kristen pula didorong jadi pembimbing rohani raja- raja. Dengan begitu, mereka dapat mempengaruhi para penguasa untuk melawan aksi Pembaruan.