Wednesday, 20 Oct 2021

Reformasi Gereja di Eropa

Reformasi Gereja di Eropa – Reformasi Gereja di Eropa tidak lepas dari gagasan kelahiran kembali, yang berkembang di Italia pada awal abad ke-15 Masehi. Ide-ide baru seperti sekularisme, individualisme, dan humanisme telah berusaha untuk meruntuhkan dominasi gereja terhadap tatanan kehidupan masyarakat Eropa. Reformasi Gereja adalah upaya untuk membawa perubahan dalam doktrin Kristen agar sesuai dengan Alkitab. Reformasi Gereja di Eropa terjadi pada pertengahan abad ke-15 Masehi.

Reformasi Gereja di Eropa

ldsindex – Latar Belakang Dalam buku History of Europe: From Ancient Europe to Modern Europe (2012), Wahyudi Djaja menjelaskan beberapa cikal bakal Reformasi Gereja, yaitu: Adanya penyimpangan dari ajaran Kristen, terutama karena dari praktik penjualan arsip. . Korupsi oleh para uskup dan orang-orang Kristen petinggi Itu adalah permintaan dari negara-negara Eropa untuk membebaskan diri dari kepemimpinan Paus Sikap gereja lama yang cenderung otoriter

Baca Juga : Agama Dengan Pengikut Masif seperti Kristen

Reformasi Gereja dipimpin oleh Martin Luther (1483-1548), yang adalah seorang pendeta dan profesor di Universitas Wittenberg, Jerman. Martin Luther am Th. 1517 menerbitkan 95 tesis yang memprotes rencana Paus untuk mengampuni dosa (indulgensi). Tesis berikut didistribusikan oleh Martin Luther di gerbang gereja di Wittenberg. Peristiwa berikut menandai dimulainya gerakan reformasi Gereja di Eropa. Gerakan protes Martin Luther mendapat reaksi keras dari gereja. hal. Pada tahun 1521, gereja mengucilkan Martin Luther.

Ekskomunikasi Martin Luther tidak menghalangi gerakan reformasi Gereja. Gerakan Martin Luther, yang mendapat dukungan dari para pemimpin Jerman, mampu meruntuhkan kekuasaan Paus di wilayah Jerman. Untuk menggantikan gereja lama, Martin Luther mendirikan Gereja Lutheran, yang menjadi Gereja Negara Jerman. Reformasi Gereja juga berkembang di negara-negara Eropa lainnya. Menurut Allister McGrath’s History of Reformed Thought (1997), Jean Calvin dari Perancis (1509-1564) menjalankan sekolah yang disebut Calvinis, yang pengikutnya berasal dari Belanda, Inggris dan Skotlandia. Selain itu, ada juga ajaran Anglikanisme yang dipimpin oleh Raja Henry VIII Tudor di Inggris.