Thursday, 17 Jun 2021

Penyebaran Kekristenan DiZaman Penjajahan

Penyebaran Kekristenan DiZaman Penjajahan

Penyebaran Kekristenan DiZaman Penjajahan

ldsindex.org – Pada era ke- 19 kala Kerajaan Belanda menemukan pengawasan atas area yang tadinya dipahami VOC, aktivitas- aktivitas pendakwah sedang senantiasa tidak dibantu oleh penguasa kolonial. Gereja Reform Belanda merupakan agen penguasa yang cuma berpusat melayani keinginan religius dari warganegara Belanda( yang telah) merangkul gerakan Protestan. Biarpun sedemikian itu, segerombol kecil dari anggotanya melaksanakan penyebaran ajaran- ajaran Protestan serta mendirikan gereja- gereja serta sekolah- sekolah di Hindia Belanda.

Penyebaran Kekristenan DiZaman Penjajahan

Tetapi, insentif rasio besar yang jelas buat penyebaran agama untuk masyarakat asli tiba dari organisasi- organisasi terkini yang tiba dari Eropa di medio kedua era ke- 18 serta era ke- 19. Institusi- institusi semacam Sindikat Pendakwah Belanda( Nederlandsch Zendeling Genootschap) serta Golongan Pendakwah Rhenish( Rheinische Missionsgesellschaft) dari Jerman diizinkan buat mengedarkan ajarannya di Hindia Belanda. Sebab Kerajaan Belanda di Eropa sudah mulai jadi sekuler, penguasa kolonial pula tidak dapat menghindari misionaris- misionaris Kristen melaksanakan aktivitas- aktivitasnya di Hindia Belanda. Pembelahan antara gereja serta negeri berarti negeri wajib mengutip tindakan adil hal isu- isu agama, karenanya aktivitas- aktivitas pendakwah diserahkan pada zona non- pemerintahan.

Baca Juga : Kekristenan di Nusantara Saat Ini

Sekalipun pada tahun 1900, aktivitas- aktivitas pendakwah sudah tercipta di semua area koloni( melainkan buat wilayah- wilayah Orang islam di Aceh serta Sumatra Barat), jumlah pemeluk Kristen tidak banyak meningkat dibanding satu era tadinya. Cuma 2 area yang membuktikan pertambahan besar buat jumlah masyarakat asli pengikut anutan Protestan, ialah Minahasa( Sulawesi Selatan) serta Tapanuli( Sumatra Utara). Kekalahan biasa penyebaran agama Kristen pada masyarakat asli dalam rasio besar paling utama diakibatkan sebab minimnya keahlian keuangan, terbatasnya jumlah pekerja, serta pengunaan metode- metode yang tidak pas. Sehabis tahun 1900, perluasan area oleh Penguasa Kolonial sudah nyaris berhasil segenap serta politik benar( bermaksud tingkatkan standar hidup masyarakat asli) dipublikasikan. Kebijaksanaan terkini ini melibatkan akibat lebih langsung pada masyarakat asli yang- antara lain- menyebabkan kehadiran( spesialnya) banyak pemeluk Kristen dari Belanda. Dengan lebih banyak sumberdaya orang serta sokongan finansial, aktivitas- aktivitas pendakwah Kristen beranjak ke wilayah- wilayah terkini serta jumlah masyarakat asli pengikut anutan Kristen ikut meningkat. Kelompok- kelompok Protestan dibantu oleh sejumah badan dari area Amerika Utara yang tiba ke Hindia Belanda pada medio awal era ke- 20. Pada biasanya, pendekatan pendakwah di koloni Belanda lumayan terpecah- percah. Pada tahun 1938, didapat langkah- langkah buat mendirikan Badan Kristen Nasional di Hindia Belanda tetapi Perang Bumi II serta dilanjutkan dengan kebebasan Indonesia memberhentikan upaya ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *