Wednesday, 20 Oct 2021

DiMata Luhut Soal Pendeta SAE Nababan

DiMata Luhut Soal Pendeta SAE Nababan

DiMata Luhut Soal Pendeta SAE Nababan

ldsindex.org – Menteri Ketua Aspek Kemaritiman serta Pemodalan Luhut Binsar Pandjaitan ikut mengenang pendeta tua gereja Huria Kristen Batak Protestan( HKBP) SAE Nababan selaku figur yang mempunyai banyak akibat. Luhut berkata Nababan yakni salah satu wujud yang visioner.

DiMata Luhut Soal Pendeta SAE Nababan

“ Bagi Pak Luhut, dia( Pendeta Nababan) orang hebat, figur visioner yang memiliki banyak pandangan baik buat negeri kita,” ucap Ahli Ucapan Departemen Ketua Aspek Kemaritiman, Jodi Mahardi, dikala dihubungi Tempo, Ahad, 9 Mei 2021. Luhut pula membenarkan Nababan sering jadi teman debatnya dalam bermacam perihal.“ Kerap jadi sahabat berdebat Pak Luhut yang dia hormati,” tutur Jodi.

Nababan meninggal di umur 88 tahun sehabis dirawat di Rumah sakit Medistra Jakarta. Nababan juga diketahui selaku figur aksi oikoumene nasional serta global. Beliau lahir pada 24 Mei 1933 di Tarutung, Tapanuli Utara. Beliau ialah alumnus Sekolah Besar Dogma Jakarta( saat ini STFT Jakarta) 1956 serta pada tahun yang serupa ditahbiskan jadi pendeta. Semenjak belia, Nababan aktif dalam jasa ekumenis serta sosial kemasyarakatan. Beliau pula diketahui di aksi ekumenis bagus tingkatan nasional, Asia, ataupun bumi.

Nababan juga berfungsi lumayan lama, dari 1967- 1984, selaku Sekretaris Biasa Badan Gereja- gereja di Indonesia( DGI) yang setelah itu bertukar julukan jadi Perhimpunan Gereja- gereja di Indonesia( PGI). Beliau pula jadi pimpinan biasa di badan ekumenis itu pada 1984- 1987. SAE sempat mengemban beberapa kedudukan di bermacam forum ekumenis bumi. Misalnya, Lutheran World Federation( LWF), Christian Conference of Asia( CCA), United Evangelical Mission( UEM) serta Badan Gereja Bumi( World Council of Churches, WCC).

Baca Juga : Penjelasan Singkat tentang Kekristenan

Untuk warga Indonesia, namanya lebih diketahui dikala jadi arahan( Ephorus) HKBP sepanjang 1987- 1998. Di rentang waktu kedua kepemimpinannya( 1992- 1998), pemerintahan Sistem Terkini melaksanakan campur tangan pada penentuan arahan HKBP. SAE Nababan tercantum salah satu inisiator buat mempertemukan figur serta golongan pembaruan yang kesimpulannya melahirkan Keterangan Ciganjur dan memercayakan skedul pembaruan Indonesia. Persembahan pandangan SAE Nababan untuk gereja serta warga Indonesia terangkum dalam beberapa ceramah serta tulisannya, semacam novel bertajuk“ Ketika Sedang Siang” yang sudah keluar tahun kemudian.