Monday, 20 Sep 2021

Datangannya Kekristenan di Indonesia

Datangannya Kekristenan di Indonesia

Datangannya Kekristenan di Indonesia

ldsindex.org – Pangkal awal yang dikenal hal kedatangan agama Kristen di Nusantara dapat ditemui di buatan ensikopledi oleh Abu Alim Al- Armini, seseorang Kristen Mesir yang hidup di era ke- 12. Bagi tulisannya, ada beberapa gereja Nestorian di Sumatra Barat kepada cocok itu yang berada dekat bersama dengan suatu tempat memproduksi kusen kamper. Tetapi, para akademikus di era sehabis itu berargumen kalau Al- Armini dapat saja sudah tidak betul menulis posisi ini serta posisi nyatanya terletak di suatu kota di India.

Datangannya Kekristenan di Indonesia

Sehabis Portugis menaklukkan Malaka( yang saat ini diucap Malaysia) di th. 1511, mereka melaut lebih jauh ke arah Timur serta menciptakan tempat asal bumbu yang diidam- idamkan ialah Kepulauan Maluku di mana Baginda Ternate berdaulat. Di mari, Portugis mendirikan tempat pemukiman kecil. Pada awal mulanya, interaksi antara orang Portugis yang berkeyakinan Kristen serta masyarakat Orang islam di Ternate berjalan selaras disebabkan ke 2 pihak siuman keuntungan- keuntungan kerjasama perdagangan. Dari th. 1534 serta berikutnya, para pendeta berkebangsaan Portugis jadi aktif mengedarkan anutan Kristen pada masyarakat asli serta kepada akhir era ke- 16 lebih kurang 20% masyarakat Maluku bagian selatan diklasifikasikan selaku pemeluk Kristen. 2 posisi lain, keduanya di posisi Timur Indonesia, tempat banyak orang Portugis mendirikan tempat- tempat pemukiman pemeluk Kristen terletak di Larantuka( di Pulau Flores) serta Dili( di Pulau Timor). Tetapi, berjalan tabrakan antara banyak orang Portugis( yang mengidamkan memonopoli perdagangan bumbu) serta masyarakat Ternate. Perihal ini dengan cara betul- betul kurangi dampak banyak orang Portugis di Kepulauan Maluku.

Baca Juga : Penyebaran Kekristenan DiZaman Penjajahan

Banyak orang Belanda dari gerakan Protestan- Calvinis mendirikan tempat pemukiman awal mereka di Ternate kepada th. 1607. Mereka pula mengidamkan memonopoli perdagangan bumbu tetapi jauh lebih sukses dibanding banyak orang Portugis di dalam capai tekad mereka. Sepanjang 2 era berikutnya, Kerajaan Ternate dengan cara berangsur- angsur kehabisan kekuasaannya, cocok kehabisan dampak Portugis pula menimbulkan akibat untuk penyebaran kekristenan di posisi itu. Pada awal mulanya, banyak orang Belanda hanya punyai sedikit atensi buat mengedarkan Injil. Di lebih dari satu posisi yang dipahami industri bisnis Belanda ialah VOC( Vereenigde Oost- Indische Compagnie) orang Belanda nyatanya mensupport aktivitas- aktivitas pendakwah. Tetapi, di mayoritas permasalahan aktivitas pendakwah terbatas kepada tugas- tugas pastoral buat komunitas- komunitas( yang telah) Kristen yang mayoritas terdiri dari banyak orang Eropa. Tidak ada upaya penyebaran agama megah yang di bawa di wilayah- wilayah di dasar pengawasan Belanda. Tetapi, satu kebijaksanaan lumayan nyata: hanya Kekristenan gerakan Protestan- Calvinis Belanda yang diizinkan. Imam- imam Kristen yang tadinya mengedarkan ajaran- ajaran Kristen diusir. Oleh disebabkan itu, dapat disimpulkan kalau sistem penyebaran anutan Kristen, yang di mulai oleh banyak orang Portugis, sudah( nyaris) menyudahi serupa sekali disaat Belanda berdaulat di rentang waktu VOC( 1602- 1798)