Sunday, 19 Sep 2021

Cerita Sejarah Kristen di Indonesia

Cerita Sejarah Kristen di Indonesia Pada masa penjajahan, gubernur jenderal kedua Portugis yang saat itu menduduki India, Kumpulkan seluruh pasukannya dan berlabuh menuju Malaka. Tanpa disadari, Alfonso de Albukerk akhirnya menjadi orang pertama yang memulai sejarah agama Kristen di Indonesia.

Cerita Sejarah Kristen di Indonesia

ldsindex – Ketika berhasil menaklukkan Malaka dan berhasil membangun pelabuhan perdagangan penting saat itu, ekspedisi Rempah-rempah dimulai dan akhirnya membawa agama Kristen ke Indonesia.

Ekspedisi rempah-rempah dimulai dari Malaka ke Albuquerque. Ekspedisi pertama kali tiba di Banda, lalu di Marc, dan terakhir di Ternate. Di Marc, Portugis memantapkan posisinya dan menyebarkan agama Kristen. Di Ternate, Portugis mendapat izin untuk membangun benteng. Sekelompok pendeta Kristen yang bertamu ke Antonio Galbao, yang sesudah itu jadi pemimpin Portugis di Kepulauan Maluku, mengawali pekerjaan misionaris atau misionaris Kristen mereka.

Baca Juga : Macam-macam Doa Tobat Kristen

Salah satu misionaris Katolik di daerah itu adalah St. Fransiskus Xaverius dari Yesuit. Ini adalah seorang pendeta Spanyol yang berkunjung dengan kapal dagang Portugis dan kemudian diakui sebagai pelopor penyebaran agama Katolik di Indonesia. Setelah menaklukkan Malaka, Portugis berencana memonopoli perdagangan dan berhasil menyebarkan agama Katolik lebih efektif di lokasi timur Ambon dan Halmahera, Ternate dan Tidore.

Aturan menyalakan perlawanan datang dari kerajaan-kerajaan lokal, khususnya Aceh. Dan itu tidak bisa memperluas misi ke barat. Misi telah menciptakan hambatan dalam dirinya sendiri. Di akhir hegemoni Portugis dan Spanyol di wilayah tersebut, Gereja Katolik juga kehabisan perlindungan dan wilayah pada awal abad ke-17,” tulis Catholic Janbank saat Revolusi Nasional Indonesia.

Kehadiran Portugis di timur tidak terlepas dari misi Paus Alexander VI yang membagi dunia di luar daratan Eropa melalui Perjanjian Tordesillas. Sisi barat di sisi lain diserahkan ke Spanyol. Kedua negara ini bertemu di Marc dan menyelesaikan masalah melalui Perjanjian Zaragoza agar masing-masing bisa terus memanen rempah-rempah.

Portugis merahasiakannya pada awalnya, tetapi pada tahun 1595, sebuah rencana perjalanan baru oleh pengelana dan pedagang Belanda Janhuifenvan Linschoten akhirnya mengungkapkan rute ke pulau berikutnya yaitu sawah.Pada tahun 1596, mereka mendarat di pelabuhan Banten.

Baca Juga : Kata-Kata Mutiara Saat Alami Kegagalan

Kunjungan pertama tidak berhasil. Ekspedisi perdagangan lain yang dipimpin oleh Jacob Van Neck, Van Hemskelk, dan Van Verwick dikirim. Kali ini, bersimpati dengan penguasa Banten, dia pulang dengan penuh, tetapi kapal lain melanjutkan perjalanannya ke Marc. Setelah pembentukan Serikat Buruh Belanda (VOC), mereka membangun kendali perdagangan sekaligus kekuasaan di Nusantara.

VOC membantu Protestan dan mengambil alih jemaat Katolik di Indonesia timur. Hanya di Flores, umat Katolik tumbuh secara konsisten. Umat Protestan sendiri yang menjadi anak emas pada era VOC menghadapi era produktif.

Kehadiran pasukan Portugis dan Belanda di Nusantara tidak hanya didorong oleh kebutuhan akan rempah-rempah, tetapi juga oleh kemuliaan dan keinginan untuk menyebarkan agama Kristen yang dikenal sebagai emas, kemuliaan dan Injil.

Dari Malaka ke Majapahit

Anggapan bahwa orang Kristen berkunjung ketika orang Eropa tiba di Nusantara segera terbantahkan. 1969, J BakkerSJ menulis di majalah Basis bahwa agama Katolik yang terkandung pada abad ke-7, berakar di Sumatera Utara, kemudian menyebar ke tempat lain, termasuk Jawa. Dia menggunakan sumber-sumber Islam untuk sangat percaya bahwa umat Katolik telah tiba dari India Selatan.

Ini dimulai dengan St Thomas, yang memberitakan Injil ke India Selatan. Umat Katolik tumbuh di India Selatan dan menyebar ke Sumatera Utara melalui perdagangan. Gereja Kristen Katolik sebelumnya ditanam di daerah Tapanuli. 600 oleh seorang pedagang India yang mengaku sebagai seorang Kristen Thomas.

Jan Baker memulai teorinya berdasarkan postingan seorang ilmuwan Islam bernama Syekh Abu Salihal-Armini. Dia Tadhakkurfiha Akhbar min al-Kana’is wa’l-Adyar min Nawahin Misri w’navy (AL) Iqtha’aihu berisi catatan gereja dan pertapaan di Mesir dan wilayah timur lainnya. Dalam bukunya, Abu Sally menyatakan bahwa di daerah kelahiran kapur barus, terdapat sekelompok penganut Nasrani Nestorian dan sebuah gereja yang didedikasikan untuk Maria. Kesimpulannya, inilah awal perkembangan sejarah Kristen di Indonesia.