Thursday, 2 Dec 2021

Apakah Yesus Punya Saudara ?

Apakah Yesus Punya Saudara ? Bukankah rujukan kepada Saudara Yesus (Matius 12:46) merupakan tanda bahwa Maria tidak perawan sampai akhir hayatnya? Apakah mereka saudara Yesus? Bukankah disebut anak sulung berarti Yesus membawa adiknya?

Apakah Yesus Punya Saudara ?

ldsindex – Pertama, ketika menafsirkan Alkitab, kita perlu mempertimbangkan bahasa aslinya. Teks Injil tertua yang kita miliki adalah bahasa Yunani. Karena itu, untuk mendapatkan makna teks dengan benar, Anda harus kembali ke bahasa aslinya dan melihat apa arti kata “saudara”. Dalam bahasa Ibrani dan Yunani, kata “saudara” dapat berarti saudara atau sepupu. Ini tidak berarti saudara kandung, tetapi Anda dapat menyimpulkan bahwa Anda adalah sepupu.

Baca Juga : Bagaimana Pendapat Gereja Tentang Kematian Maria ?

Kedua, menurut tradisi, Yesus adalah anak tunggal. Ini berarti bahwa Yesus tidak membawa saudara-saudaranya. Salah satu anak Maria adalah Yesus. Memang, ada teks-teks yang menggambarkan “saudara-saudara” Yesus (seperti Matius 3:31; 6:3; 12:46; Yohanes 2:12). Namun, mereka tidak disebut “putra Maria” atau “putra Yusuf”. Matius 13:55: Gelar itu ditujukan hanya kepada Yesus, dengan asumsi bahwa “anak seorang tukang kayu” ditujukan hanya kepada Yesus.

Ketiga, dalam Markus 6:3, Yesus disebut dalam artikel ini sebagai “Anak Maria.” Ini tidak terlihat dalam bahasa Indonesia, tetapi dalam bahasa asing terlihat berbeda dari “Mary’s son” daripada “Mary’s son”, dengan asumsi bahasa Inggris. Penggunaan artikel ini berarti bahwa Yesus adalah putra tunggal Maria.

Keempat, saudara-saudara Yesus pernah bertindak dengan otoritas atas Yesus. Artinya, karena Yesus dianggap gila dan ingin disita dari pelayanan umum (Markus 3:21), ia memerintahkan Yesus untuk memamerkan kuasa-Nya. Di depan umum (Yohanes 7:21). 3-4). Karena rasa hormat orang muda terhadap orang yang lebih tua dalam budaya Israel, perilaku seperti ini membuat adik-adik tidak mungkin memperlakukan saudara mereka yang lebih tua. Jadi, tentu saja, saudara-saudara yang disebutkan di sini lebih tua dari Yesus. Tetapi Yesus disebut anak sulung Maria. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa saudara yang dimaksud adalah saudara sepupu, bukan saudara.

Baca Juga : Tari Puspanjali, Tari Penyambutan Bali yang Sederhana & Anggun 

Kelima, kegagalan Yesus membawa saudaranya ditunjukkan dengan apa yang terjadi di bawah salib: Maria menyerah untuk menjadi ibu Yohanes (Yohanes 19:25-27). Jika Maria membawa anak lagi setelah Yesus, Yesus tentu tidak menyerahkan Maria kepada Yohanes karena melanggar hukum Perjanjian Lama tentang kewajiban anak untuk mendengarkan orang tuanya. Ayo pergi.

Keenam, istilah “anak sulung” (Matius 1:25) adalah arti hukum yang berlaku untuk anak sulung. Menurut hukum Perjanjian Lama, “anak sulung” dari seorang anak laki-laki harus ditebus 40 hari setelah kelahirannya (Kel 34:20). Oleh karena itu, gelar “anak sulung” diberikan sebelum anak tersebut membawa adiknya. Istilah “anak sulung” juga menggambarkan keuntungan atau kedudukan khusus. Misalnya, Daud disebut “anak sulung” (Mzm 89:27) dan merupakan putra kedelapan Isai (1Sam 16). Yesus dianggap sebagai “yang sulung dari segala ciptaan” (Kolose 1:15). Ini berarti bahwa Yesus lebih unggul dari semua makhluk lainnya. Oleh karena itu, penggunaan gelar “anak sulung” untuk Yesus tidak dapat menyimpulkan bahwa Maria membawa anak lagi.

Untuk semua alasan ini, dapat dikatakan bahwa Maria tidak membawa anak selain Yesus. Memang, sejak zaman para Rasul, Maria telah disembah sebagai perawan seperti biasa oleh mereka yang mengenalnya secara pribadi pada saat itu. Tradisi ini, yang ada sejak awal, merupakan tambahan bukti kuat bahwa Maria selalu perawan sampai akhir hayatnya.