Thursday, 2 Dec 2021

Apakah Yesus Bangkit Secara Jasmani dan Rohani?

Apakah Yesus Bangkit Secara Jasmani dan Rohani? –  Apa yang telah dibangkitkan di dalam Yesus, tubuhnya, atau rohnya? Jika Roh Yesus yang dibangkitkan, mengapa Yesus terus memintanya untuk makan ikan?

Apakah Yesus Bangkit Secara Jasmani dan Rohani?

ldsindex – Pertama, kebangkitan tidak hanya melibatkan tubuh dan pikiran, tetapi seluruh manusia. Dengan cara ini, diri manusia yang sempurna dan tubuhnya dibangkitkan. Kebangkitan berarti pembaruan atau kemuliaan. Dengan demikian, kebangkitan seluruh umat manusia, khususnya manusia, memiliki makna kebaruan dan kesinambungan.

Baca Juga : Apakah Yesus Punya Saudara ?

Kedua, Yesus yang telah bangkit dikatakan telah mengenakan tubuh baru. Sifat baru ini harus dikatakan dengan fakta bahwa Yesus tidak dikenali lagi oleh Maria Magdalena (Yohanes 20:16), kedua murid itu adalah Emaus (Lukas 24:16) dan Petrus dan para rasul lainnya. (Yohanes 21:4). Karena tubuh baru Yesus tidak terikat oleh ruang dan waktu, Ia mampu menembus tembok dan berpindah tempat secara instan (Lukas 24:31.36; Yohanes 20:19.26). Uraian penampakan tersebut menunjukkan bahwa ada perubahan mendasar pada tubuh Yesus dibandingkan dengan tubuh pre-mortem-nya. Sifat tubuh yang baru ini dijelaskan oleh Lukas dalam ungkapan “Aku melihat hantu.”

Ketiga, ekspresi penginjil Lukas (Lukas 24:41-43) bahwa Yesus menginginkan “ikan goreng” dan kemudian memakannya menyampaikan pesan. Tubuh Yesus yang dibangkitkan tidak hanya rohani, tetapi selalu hadir. “Jejak fisik” dalam tubuh Yesus yang mulia. Penginjil Yohanes menekankan aspek fisik dari tangan, kaki, dan luka samping Yesus kepada murid-muridnya dan menganjurkan “jejak kaki daging” ini (Yohanes 20:27). “Jejak fisik” ini membuat Yesus sadar akan para rasul dan menegaskan identitas mereka. Ini adalah kesinambungan fisik Yesus yang mati dan Yesus yang bangkit.

Baca Juga : Sejarah Band Rock Faith No More, San Fransisco 

Jejak fisik ini ditekankan untuk menyangkal kesimpulan bahwa Yesus yang telah bangkit adalah murni rohani dan bahwa tubuh Yesus di seluruh dunia hanyalah topeng atau penampakan. Menekankan jejak tubuh akan menyangkal Docetisme dan pandangan Docetisme yang mengajarkan bahwa tubuh Yesus yang dibangkitkan adalah murni spiritual kecuali aspek fisik. Docetisme dan Docetisme sulit menerima doktrin kebangkitan tubuh (Kisah Para Rasul 17:32). Jejak fisik ini bukanlah fokus khotbah, melainkan hanya sarana untuk memastikan bahwa kebangkitan melibatkan aspek fisik, meskipun telah berurusan dengan batas fisik ruang dan waktu.

Keempat, tubuh yang dibangkitkan sering disebut “tubuh roh” atau tubuh yang diubahkan oleh seluruh roh (Yun: soma pneumatikon), yang tidak merusak tubuh dan menyatakan kemuliaan dan kuasa Tuhan (1 Korintus). 15: 42-44). Transformasi Roh Kudus ini tidak menghalangi identitas, sehingga Yesus secara khusus masih diakui. Namun, perubahan ini juga tidak terkait dengan ruang dan waktu, karena juga mengubah sifat biologis dan fisik tubuh Yesus. Seperti yang dialami Thomas, untuk bisa mengaku “Tuhanku dan Allahku” membutuhkan kasih karunia Tuhan untuk mengetahui keberadaan Yesus (Lukas 24:31-32). (Yohanes 20:28).