Tuesday, 11 May 2021

6 Fakta Menarik tentang Bukittinggi, Kota Kolonial yang Diciptakan Belanda

6 Fakta Menarik tentang Bukittinggi, Kota Kolonial yang Diciptakan Belanda

6 Fakta Menarik tentang Bukittinggi, Kota Kolonial yang Diciptakan Belanda

Bukittinggi, kota dengan perekonomian terbesar kedua di Provinsi Sumatera Barat yang bersejarah. Di sini dulu jadi ibu kota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia yang dipimpin Perdana Menteri Syarifudin Prawiranegara sesudah Belanda melancarkan agresi militer II ke Yogyakarta.
FS88BET
Bukittinggi terhitung dikenal sebagai kota perjuangan dan tempat kelahiran sejumlah tokoh pendiri bangsa. Siapa tak kenal dengan Mohammad Hatta yang merupakan tidak benar satu proklamator? Ada pula Assaat yang merupakan pemangku pejabat Presiden Republik Indonesia terhadap 27 Desember 1949 – 15 Agustus 1950.

Bukittinggi pun jadi tidak benar satu ikon pariwisata Provinsi Sumatera Barat. Tempat wisatanya cukup banyak dan terletak berdekatan satu mirip lain. Puncak kunjungan biasanya terjadi terhadap musim lebaran.

Namun, hal-hal menarik mengenai Bukittingi tak cuma itu. Liputan6.com udah merangkum enam fakta di antaranya yang dikutip berasal dari bermacam sumber, Rabu, 3 Maret 2021.

1. Pusat Perdagangan Grosir Terbesar di Pulau Sumatera

Bukittinggi merupakan tidak benar satu pusat perdagangan grosir terbesar di Pulau Sumatera, lebih-lebih komoditas tekstil dan pakaian. Pusat perdagangan utamanya terdapat di Pasar Ateh, Pasar Bawah, dan Pasar Aur Kuning. Namun, pandemi Covid-19 membuatnya sepi pengunjung.

Dari sektor perekonomian, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bukittinggi berada di alur kedua sesudah Padang, dengan sektor perdagangan dan jasa jadi sektor dominan yang mobilisasi kegiatan perekonomian masyarakatnya.

2. Punya Jam Gadang Kembaran Big Ben

Bukittinggi miliki Jam Gadang yang tak kalah dengan menara jam Big Ben di London. Menara yang jadi ikon Bukittinggi ini terhitung mampu menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Meski disebut kembar, faktanya tak demikian. Jam Gadang miliki tinggi 26 meter, sedang Big Ben miliki ketinggian 96 meter. Puncak menara Jam Gadang berwujud seperti atap tanduk kerbau yang jadi ciri khas rumah gadang, sementara Big Ben dibangun dengan puncak menara yang runcing.

Satu hal yang mirip berasal dari ikon Kota Bukittinggi dan London itu adalah mesin yang dipakai di di dalam kedua menara ini. Ternyata, mesin yang digunakan terhadap Jam Gadang mirip sama dengan mesin jam Big Ben yang dibuat oleh perusahaan berasal dari Jerman yakni Vortmann Relinghausen. Mesin jam ini cuma tersedia dua unit di dunia.

3. Kota Kolonial yang Diciptakan Belanda

Bukittinggi tidak lahir berasal dari rahim kebudayaan Minangkabau’, itulah kalimat yang dulu dikatakan Bung Hatta. Berdasarkan sejarah, Bukittinggi diciptakan oleh Belanda untuk menggempur Kaum Padri terhadap terhadap 1826.

Pada awal dibangun, Belanda memberi nama Fort de Kock untuk kota berhawa sejuk ini. Fort de Kock merupakan sebuah benteng di puncak bukit. De Kock diambil alih berasal dari nama seorang perwira Belanda yang dulu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda yakni Hendrik Merkus de Kock.

Seiring berjalannya sementara kekuasaan pemerintah kolonial Belanda jadi menguat. Benteng ini pun berkembang jadi sebuah kota administratif.

4. Kota Terbesar Kedua di Sumbar dan Terkecil Keempat di Indonesia

Bukittinggi jadi kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera Barat sesudah Padang. Secara de jure, Bukittinggi miliki luas lokasi 145,29 kilometer persegi, namun secara de facto cuma 25,24 kilometer persegi.

Itu dikarenakan beberapa masyarakat Kabupaten Agam, Bukittinggi, menampik perluasan lokasi tersebut. Karenanyai, Bukittinggi jadi kota terkecil alur keempat se-Indonesia sesudah kota Padang Panjang yang miliki luas 23 km2.

5. Menjadi Kota Wisata Sejak 1984

Sebelum diresmikan sebagai Kota Wisata, sektor pariwisata udah jadi sumber ekonomi masyarakat Bukittinggi. Namun, upaya pengembangan wisata sebagai landmark Bukittinggi sementara itu belum maksimal dikarenakan keresahan bakal imbasnya, seperti kehadiran wisatawan memengaruhi tatanan nilai dan agama.

Pemerintah selanjutnya memaksimalkan sosialisasi untuk membuat perubahan pola pikir masyarakat mengenai wisatawan. Upaya tersebut kelanjutannya menjadikan Bukittinggi terhadap 11 Maret 1984 sebagai Kota Wisata.

6. Surga Pecinta Kuliner

Kunjungi Juga : Situs Artikel Online Publik Terbaru

Bukittinggi merupakan surga bagi para fans kuliner yang kondang dengan masakan-masakannya kaya bakal cita rasa. Misalnya, Nasi Kapau yang merupakan hidangan yang berasal berasal dari sebuah nagari atau desa bernama Kapau yang terletak di kabupaten Agam, Sumatera Barat. Wujudnya seperti Nasi Padang yang dihidangkan dengan banyak pilihan lauk pauk untuk menemani nasi putih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *